Sumala (2024)
Alur Cerita Film Sumala (2024)
Film Horor Drama Indonesia
Sumala (2024) menceritakan tragedi perjanjian gaib sepasang suami istri, Sulastri dan Soedjiman, di Jawa Tengah tahun 1948. Kehidupan mereka berubah ketika perjanjian mistis untuk memiliki keturunan melahirkan anak kembar dengan takdir berbeda: Sumala (anak iblis) dan Kumala (anak manusia).
Sulastri dan Soedjiman menghadapi tekanan karena belum memiliki anak. Soedjiman bahkan mengancam akan menikah lagi jika Sulastri tak segera hamil, mendorong Sulastri untuk mengambil jalan gelap dengan melakukan perjanjian gaib dengan dukun.
Perjanjian itu menghasilkan kelahiran anak kembar. Sumala lahir dengan wujud menyeramkan dan cacat fisik, sehingga Soedjiman membunuhnya. Kumala, meski lahir normal, tumbuh dengan kondisi cacat fisik dan mental, dianggap membawa sial oleh penduduk desa.
Kehidupan Kumala menjadi penderitaan yang terus meningkat. Saat berada di titik terendah, Sumala bangkit dari kubur dan mulai merasuki tubuh Kumala di malam hari, melancarkan balas dendam kepada siapa saja yang menyakiti mereka, membawa teror dan kematian misterius di desa.
Serangkaian kejadian mengerikan terjadi: penculikan anak-anak, kematian misterius, dan desas-desus urban legend tentang Sumala yang menuntut tumbal. Penduduk desa hidup dalam ketakutan dan mulai mempertanyakan kebenaran legenda kuno ini.
Dara dan beberapa kerabat desa mencoba memahami kutukan yang mengikat keluarga mereka. Mereka menelusuri sejarah keluarga, rahasia perjanjian gaib, dan mencari cara untuk menghentikan teror Sumala sebelum lebih banyak korban berjatuhan.
Film berakhir dengan ketegangan tinggi antara manusia dan kekuatan gaib Sumala, menekankan pesan tentang akibat dari kesalahan masa lalu, balas dendam, dan pentingnya keberanian untuk menghadapi kegelapan demi keselamatan keluarga dan desa.
Pemeran dan Nama Karakter
- Luna Maya sebagai Sulastri
- Darius Sinathrya sebagai Soedjiman
- Makayla Rose Hilli sebagai Kumala & Sumala (anak kembar)
- Ivonne Dahler sebagai Mbok Sum
- Denino Basrial sebagai Sukir
